[email protected]

Senin - Jumat : 07:00 - 14:00
021 7200456
0816 262579

PENTINGNYA MELATIH KEMANDIRIAN ANAK

Faktor penting dalam tumbuh kembang anak salah satunya adalah kemandirian. Anak yang memiliki kemandirian dalam kegiatan belajar terlihat aktif, memiliki ketekunan dan inisiatif dalam mengerjakan tugas-tugas, menguasai strategi-strategi dalam belajar, memiliki tanggung jawab, mampu mengatur perilaku dan kognisinya serta memiliki kayakinan diri. Kemandirian merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berpikir dan bertindak, serta tidak merasa bergantung pada orang lain secara emosional, dalam arti anak yang mandiri tidak akan tergantung pada bantuan orang lain dalam merawat dirinya secara fisik, dalam membuat keputusan secara emosi dan dalam berinteraksi dengan orang lain secara sosial yang ditunjukkan dengan anak melakukan hal sederhana, inisiatif, mencoba hal baru, mentaati peraturan dan bermain dengan teman sebaya, dan merasa aman, nyaman dan mampu mengendalikan diri. Secara praktis kemandirian adalah kemampuan anak dalam berpikir dan melakukan sesuatu oleh diri mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhannya sehingga mereka tidak lagi bergantung pada orang lain namun dapat menjadi individu yang dapat berdiri sendiri.

 

Kemandirian merupakan suatu sikap yang diperoleh secara kumulatif melalui proses yang dialami seseorang dalam perkembangannya, dimana dalam proses menuju kemandirian, individu belajar untuk menghadapi berbagai situasi dalam lingkungan sosialnya sampai ia mampu berpikir dan mengambil tindakan yang tepat dalam mengatasi setiap situasi. Aktivitas bersama membantu anak untuk menanamkan cara berfikir dan bersikap di masyarakat dan menjadikannya sebagai caranya sendiri. Orang dewasa (teman sebaya yang lebih tua) seharusnya membantu mengarahkan dan mengorganisasi proses pembelajaran anak sehingga anak mampu menguasai dan menginternalisasikan secara mandiri.

Menurut teori psikososial Erikson, faktor sosial dan budaya berperan dalam perkembangan manusia, termasuk di dalamnya perkembangan kemandirian anak. Menurut Erikson, perkembangan manusia sebaiknya dipahami sebagai interaksi dari tiga sistem yang berbeda yaitu: sistem somatik, sistem ego, dan sistem sosial. Sistem somatik terdiri dari semua proses biologi yang diperlukan untuk berfungsinya individu. Sistem ego mencakup pusat proses untuk berpikir dan penalaran; dan sistem sosial meliputi proses dimana seseorang menjadi bagian dalam masyarakatnya.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kemandirian perlu diajarkan dan dilatihkan sedini mungkin, yaitu semenjak anak batita bayi tiga tahun, dimana anak sudah mulai banyak berinteraksi dengan orang lain, tidak hanya dengan orang terdekatnya (ibu dan ayah) tapi juga sudah mulai berinteraksi dengan orang-orang yang baru dikenalnya, disinilah waktu yang tepat untuk bersosialisasi sekaligus melatih dan mengajarkan kemandirian pada anak.

Sumber: Jurnal Rika Sa’diyah

Komentar

To Top ↑